Kakek Nenek yang Memanjakan
Perhatian yang berlebihan dari kakek dan nenek tidak selamanya baik. Jika tidak hati-hati, anak bisa jadi manja.

Kakek dan nenek umumnya memiliki sudut pandang berbeda dengan para orang tua dalam mendidik balitanya. Mereka tak lagi khawatir ada disiplin yang dilanggar, sehingga bisa lebih permisif dan santai menghadapi cucu dibanding ayah dan ibunya. Jika tidak cermati dapat berkembang menjadi sikap memanjakan cucu dan membuat cucu tergantung pada kakek dan neneknya.

Padahal ketika anak memasuki usia empat tahun, ia harus lebih mandiri dan melepaskan ketergantungannya pada orang tua atau anggota keluarga lain. Mereka harus memperluas wilayah sosialisasinya keluar rumah dengan mendekatkan diri pada teman-teman sebayanya dengan berbagai cara. Pemanjaan yang berlebih dari kakek dan nenek justru menghambat kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi balita.

Bicarakan lagi. Untuk mencegah pemanjaan berlebihan dari kakek dan nenek, tentu saja harus ada pembicaraan serius mengenai hal ini. Kesadaran kakek dan nenek bukan pendidik utama harus dipahami kedua pihak, baik orang tua maupun kakek dan nenek. Dengan begitu masing-masing diharapkan bisa menempatkan diri pada posisi yang seharusnya.

Tentu saja kakek dan nenek boleh ikut mengawasi balita. Namun mereka harus ikut menerapkan peraturan yang ditetapkan oleh orang tua. Cara ini juga akan membuat anak tidak bingung karena ada dua peraturan di rumah.

Hindari pemanjaan yang berlebihan yang membuat balita tergantung dan tidak mandiri. Ganti dengan perilaku penuh kasih namun tetap tegas, terutama bagi tegaknya disiplin yang ditetapkan bersama. Cara ini membuat balita berpikir dua kali untuk memanipulasi kebaikan kakek dan neneknya.

Baca Juga :