Anak dan Perubahan
Kemampuan setiap anak untuk menyesuaikan diri dengan perubahan berbeda-beda, sehingga menimbulkan reaksi yang juga berbeda.
Bantu anak menghadapi perubahan melalui cara-cara berikut:

1.Informasikan terlebih dahulu kepada anak sebelum melakukan perubahan.
Beberkan alasan mengapa Anda melakukan perubahan tersebut agar anak tak merasa kaget dan memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.
 
2. Beri gambaran yang konkret dan sebenar-benarnya.
Berikan gambaran yang positif dan menyenangkan mengenai penampilan baru Anda. Misalnya, “Kalau rambut Mama panjang, kamu bisa membantu menguncirnya. Pasti seru deh, sayang!”

3. Libatkan anak dalam proses perubahan yang akan Anda lakukan.
Ketika Anda ingin memangkas rambut atau mengganti warna rambut, minta anak untuk terlibat. Ajak anak untuk ikut memilih model atau warna rambut terbaru melalui berbagai referensi. Saat di salon, jangan lupa untuk mengajak anak melihat prosesnya.

4. Hargai pendapat atau keinginannya.
Ketika anak marah atau tidak setuju, jangan mengabaikannya. Tanyakan alasannya, dan pendapat yang sesuai pikiran dan perasaan anak. Setelahnya, giliran Anda yang menjelaskan alasan perubahan penampilan yang akan Anda lakukan. Namun, jangan lantas menyetujui keinginan anak, karena ia tak akan belajar bagaimana caranya beradaptasi dengan perubahan yang akan dan harus terjadi di sekelilingnya. Jika memungkinkan, cari jalan tengah. Misalnya, Anda tetap memangkas rambut Anda sesuai model yang diinginkan, namun berdamailah dengan warna rambut yang dipilihkan olehnya.

5. Kenalkan proses perubahan melalui mainan yang dapat bertransformasi.

Misalnya, boneka barbie yang dapat diubah penampilannya baik potongan rambut, warna rambut, hingga pakaiannya atau mainan mobil yang dapat diubah menjadi robot. Dampingi anak saat bermain, jelaskan bahwa perubahan penampilan yang Anda lakukan sama halnya dengan perubahan penampilan yang mereka lakukan untuk mainannya tersebut.

6. Perhatikan kondisi anak.
Anak lebih mudah beradaptasi bila mood-nya sedang baik, tidak sedang rewel, lapar atau mengantuk. Begitu juga kondisi fisiknya, pastikan anak dalam keadaan fit, tidak sakit atau kelelahan. Kondisi fisik dan mental berpengaruh pada kesuksesan anak beradaptasi.

7. Kenali temperamen anak Anda.
Terdapat tiga jenis temperamen, yaitu mudah (easy), lambat untuk “panas” (slow to warm up) dan sulit (difficult). Anda perlu memberi perhatian lebih pada anak yang temperamennya sulit. Jika perubahan sudah terlanjur dilakukan, biarkan anak mengamati terlebih dahulu. Jangan pernah paksa anak untuk menerima perubahan yang Anda lakukan. Bersabarlah karena seiring waktu kemampuan anak beradaptasi akan berkembang secara natural.


Baca Juga :